Pengaruh Metode Ekstraksi Terhadap Kadar Flavonoid Total Ekstrak Jahe Merah (Zingiber Officinale Var Rubrum)

Effect of Extraction Method on Total Flavonoid Level of Red Ginger Extract (Zingiber Officinale Var Rubrum)

  • Damar Adi Prasetyo Universitas Ngudi Waluyo
  • Rissa Laila Vifta Universitas Ngudi Waluyo
Keywords: Jahe Merah, Ekstraksi, Flavonoid, Kuersetin, Rutin

Abstract

Ginger is a medicinal plant that is used as a traditional medicine that has developed rapidly. Zingiber officinale var Rubrum is used as traditional medicine because it contains 6-gingerol, 6-shogol, zingerone, phenolics and flavonoids that function as immunodulators, antioxidants, anti-inflammatory, antipyretic and analgesics. The purpose of this study was to analyze the effect of the extraction method on the total flavonoid content of red ginger extract with routine comparisons and quercetin. This research used maceration, reflux, and soxhlet extraction methods with routine and quercetin as a standart. Variations of extraction methods were carried out to compare the total flavonoid content produced from each extraction method.  The results showed that the yield obtained was 8.08% maceration extraction, 3.5% reflux, and 6.8% soxhletation. The results were obtained with the content of flavonoid compounds from each red ginger extract with comparison of quercetin, namely maceration, reflux, and soxlet respectively of 141.379 mgQE/g, 158.466 mgQE/g, and 174.971 mgQE/g. Total flavonoids with routine comparisons obtained results of 92.497 mgRE/g, 100.166 mgRE/g, and 125.732mgRE/g respectively for extracts from maceration, reflux, and soxlet.

ABSTRAK

Jahe merupakan tanaman obat yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional karena mengandung 6-gingerol, 6-shogol, zingerone, fenolat dan flavonoid berfungsi sebagai imunodulator, antioksidan, antiinflamasi, antipiretik dan analgesik. Penarikan senyawa metabolit sekunder pada jahe menggunakan metode yang sesuai dapat meningkatkan aktivitas farmakologisnya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh metode ekstraksi terhadap kadar flavonoid total ekstrak jahe merah dengan pembanding kuersetin dan rutin. Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi maserasi, refluks, dan soxhletasi dengan pembanding kuersetin dan rutin. Variasi metode ekstraksi dilakukan untuk membandingkan kadar flavonoid total yang dihasilkan dari masing masing metode ekstraksi. Hasil penelitian diperoleh rendemen ekstraksi maserasi 8,08%, refluks 3,5%, dan soxhletasi 6,8%. Hasil diperoleh dengan kandungan senyawa flavonoid dari masing masing ekstrak jahe merah dengan pembanding kuersetin yaitu maserasi, refluks, dan soxlet berturut-turut sebesar 141,379 mgQE/g, 158,466 mgQE/g, dan 174,971 mgQE/g. Flavonoid total dengan pembanding rutin diperoleh hasil berturut turut sebesar 92,497 mgRE/g, 100,166 mgRE/g, dan 125,732mgRE/g untuk ekstrak dari maserasi, refluks, dan soxlet.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ali, A.M.A., El-Nour, M.E.M. and Yagi, S.M.,(2018). Total phenolic and flavonoid contents and antioxidant activity of ginger (Zingiber officinale Rosc.) rhizome, callus and callus treated with some elicitors. J. of Gen. Eng and Biotech., 16(2), pp.677-682.

Anwar, K. and Triyasmono, L., (2016). Total phenolic content, total flavonoids, and antioxidant activity of noni fruit ethanol extract (Morinda citrifolia L.). J Pharm Sci, 3, pp.83-92.

Azizah, D.N., Kumolowati, E. and Faramayuda, F., (2014). Penetapan kadar flavonoid metode AlCl3 pada ekstrak metanol kulit buah kakao (Theobroma cacao L.). Kartika: Jurnal Ilmiah Farmasi, 2(2), pp.33-37.

Desmiaty, Y., Elya, B., Saputri, F.C., Dewi, I.I. and Hanafi, M., (2019). Pengaruh Metode Ekstraksi Terhadap Kandungan Senyawa Polifenol dan Aktivitas Antioksidan pada Rubus fraxinifolius. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 17(2), pp.227-231.

Hanin, N.N.F. and Pratiwi, R., (2017). Kandungan Fenolik, Flavonoid dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Paku Laut (Acrostichum aureum L.) Fertil dan Steril di Kawasan Mangrove Kulon Progo, Yogyakarta. J. of Trop. Biodiversity and Biotech. 2(2), pp.51-56.

Indrawati, N.L., Farm, S. and Razimin, S.S., (2013). Bawang Dayak: Si Umbi Ajaib Penakluk Aneka Penyakit. AgroMedia.

Khoddami, A., Wilkes, M.A. and Roberts, T.H., (2013). Techniques for analysis of plant phenolic compounds. Molecules, 18(2), pp.2328-2375.

Koirewoa, Y.A., Fatimawali, F. and Wiyono, W., (2012). Isolasi dan identifikasi senyawa flavonoid dalam daun beluntas (Pluchea indica L.). Pharmacon, 1(1).

Liu, W. N., Shi, J., Fu, Y., & Zhao, X. H. (2019). The stability and activity changes of apigenin and luteolin in human cervical cancer Hela cells in response to heat treatment and Fe2+/Cu2+ addition. Foods, 8(8). https://doi.org/10.3390/foods8080346

Liu, W. N., & Zhao, X. H. (2019). Changes of the stability and bioactivity of quercetin and myricetin in BGC-823 cells in response to heat treatment and Fe2+/Cu2+ addition. Journal of Food Measurement and Characterization, 13(4), 3285–3297. https://doi.org/10.1007/s11694-019-00250-0

Mokoginta, E.P., (2013). 1. Pengaruh Metode Ekstraksi Terhadap Aktivitas Penangkal Radikal Bebas Ekstrak Metanol Kulit Biji Pinang Yaki (Areca vestiaria Giseke). Pharmacon, 2(4).

Nurhasnawati, H., Sukarmi, S. and Handayani, F., (2017). Perbandingan metode ekstraksi maserasi dan sokletasi terhadap aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun jambu bol (Syzygium malaccense L.). Jurnal Ilmiah Manuntung, 3(1), pp.91-95.

Rahmadani, S., Sa'diah, S. and Wardatun, S., (2018). Optimasi ekstraksi jahe merah (Zingiber officinale Roscoe) dengan metode maserasi. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Farmasi, 1(1).

Sa'adah, H. and Nurhasnawati, H., 2017. Perbandingan pelarut etanol dan air pada pembuatan ekstrak umbi bawang tiwai (Eleutherine americana Merr) menggunakan metode maserasi. Jurnal ilmiah manuntung, 1(2), pp.149-153.

Utami, N.F., Sutanto, S., Nurdayanty, S.M. and Suhendar, U., (2020). Pengaruh Berbagai Metode Ekstraksi Pada Penentuan Kadar Flavonoid Ekstrak Etanol Daun Iler (Plectranthus scutellarioides). Fitofarmaka: Jurnal Ilmiah Farmasi, 10(1), pp.76-83.

Vifta, R.L., Shutiawan, M.A., Maulidya, A., and Yuswantina, R. Skrining Flavonoid Ekstrak Buah Parijoto (Medinilla speciosa Blume) Asal Kabupaten Kudus Dan Semarang Dengan Pembanding Kuersetin Dan Rutin. Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang 4, No. 1 (2021): 3-13.

Wahyulianingsih, W., Handayani, S. and Malik, A., (2016). Penetapan kadar flavonoid total ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum (L.) Merr dan Perry. Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 3 (2): 188–93.

Wijaya, D.R., Paramitha, M. and Putri, N.P., (2019). Ekstraksi Oleoresin Jahe Gajah (Zingiber officinale var. Officinarum) Dengan Metode Sokletasi. Jurnal Konversi, 8(1), p.8.

Published
2022-04-11
How to Cite
Prasetyo, D. A., & Vifta, R. L. (2022). Pengaruh Metode Ekstraksi Terhadap Kadar Flavonoid Total Ekstrak Jahe Merah (Zingiber Officinale Var Rubrum). Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), 4(1), 192 - 201. https://doi.org/10.35473/jhhs.v4i1.143