Gambaran Peran Diri Wanita Yang Melakukan Pernikahan Dini Di Desa Banyukuning Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang

Description of the Self Role of Women Who Conduct Early Marriage in Banyukuning Village, Bandungan District Semarang Regency

  • Rusdayanti Universitas Ngudi Waluyo
  • Ida Sofiyanti Universitas Ngudi Waluyo
  • Isfaizah Universitas Ngudi Waluyo
Keywords: Peran Diri, Pernikahan Dini

Abstract

Early marriage is still a trend in rural communities which causes reproductive and psychological health problem. Women are the spearhead in carrying out roles in the household to get harmony in the family. Physical and mental unpreparedness of adolescents who commit early marriage result which cause they are not able to fulfill their respective roles and respondibilities. To describe the role of women who conducted early marriage in banyukuning village, bandungan sub-district, semarang district. Descriptive qualitative research design. Type of phenomenological research. The population of 9 women’s who married in august 2017- june 2018. Sample 4 main female informants, 4 husband informants, 4 mother informants and 1 KUA pfficer in bandungan sub-district. Interview guide measurement tool. Data analysis uses data reduction, categorization, synthesization and constructs working hypotheses. The description of the women’s role who early marriage, the real role was carried out, mothers become role models in carrying out roles, the role of hope women expect to be good wife, There was no conflict in the role, and women experience anxiety at the beginning of marriage. Women who carry out early marriage can carry out their roles in the household. The need for pre-marital counseling so that women who do early  marriage do not experience anxiety at the beginning of marriage.

ABSTRAK

Pernikahan dini masih menjadi trend di masyarakat desa yang menyebabkan masalah kesehatan reproduksi dan psikologis. Wanita merupakan ujung tombak dalam menjalankan peran dalam rumah tangga untuk mendapatkan keharmonisan dalam keluarga. Ketidaksiapan fisik dan mental remaja yang melakukan pernikahan dini mengakibatkan tidak dapat memenuhi peran dan tanggung jawab masing-masing. Untuk mendeskripsikan peran diri wanita yang melakukan pernikahan dini di Desa Banyukuning Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. Desain penelitian deskriptif kualitatif. Jenis penelitian fenomenologi. Populasi 9 wanita yang menikah pada bulan agustus 2017- juni 2018. Sampel 4 informan utama wanita, 4 informan suami, 4 informan ibu dan 1 petugas KUA Kecamatan Bandungan. Alat ukur pedoman wawancara. Analisa data menggunakan reduksi data, kategorisasi, sintesisasi dan menyusun hipotesa kerja. Gambaran peran diri wanita yang melakukan pernikahan dini, peran nyata terlaksana, ibu menjadi role model dalam menjalankan peran, peran harapan wanita mengharapkan untuk menjadi istri yang baik, tidak ada konflik dalam peranan, dan wanita mengalami kecemasan pada awal pernikahan Wanita yang melakukan pernikahan dini dapat menjalankan perannya dalam rumah tangga. Perlu adanya konseling pra-nikah agar wanita yang melakukan pernikahan dini tidak mengalami kecemasan pada awal pernikahan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adhim, Muhammad Fauzi. 2012. Indahnya Pernikahan Dini. Jakarta: Gema Insani.

Afriani, R dan Mufdillah. 2016. Analisis Dampak Pernikahan Dini pada Remaja putri di Desa Sidoluhur Kecamatan Godean Yogyakarta. Rakernas Aipkema “Temu Ilmiah Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Universitas Aisyiyah Yogyakarta.

Allendorf, K dan Ghimire, D. 2012. Determinants of Marital Quality in an Arranged Marriage Society. Research Reports. University of Michigan (USA).

Aulia. 2013. Kompilasi Hukum Islam (Hukum Perkawinan, Kewarisan, Perwakafan). Bandung: CV. Nuansa Aulia.

Biktagiroval, F, G dan Valeeva, A, R. 2015. Formation of University Students’ Readiness for Parenthood. Review of European Studies. Vol.7. No. 4: Hal 93-97. doi: 10.5539/res.v7n4p93.

Bruce. 1992. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta PT Rineka Cipta.

Cahyanti, N, S. 2017. Dampak Campur Tangan Orang Tua Terhadap Rumah Tangga Anak (Studi Kasus Tentang Pasangan Suami Istri yang Mengalami Ketidakharmonisan Dalam Kehidupan Rumah Tangga di Desa Penerusan Kulon Kecamatan Sususkan Kabupaten Banjarnegara). Jurusan Bimbingan dan Penyuuhan Fakultas Dakwah. Institut Agama Islam Negeri Purwokerto.

Jaflo, D, F. 2015. Perilaku Pengelolaan Keuangan Keluarga Dalam Perspektif Etnis Dan Demografis.Jurusan Manajemen Sekolah Tinggi Imu Ekonomi Perbanas Surabaya.

Junaidi, H. 2017. Ibu Rumah Tangga: Streotype Perempaun Pengangguran.Jurnal Kajian Gender dan Anak. Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Vol. 12. No. 01.

Kantor Urusan Agama Kecamatan Bandungan. Rekap Data Jumlah Pernikahan Di Bawah Umur Seluruh Desa Kecamatan Bandungan Pada Tahun 2015-2017. Kantor Urusan Agama Kecamatan Bandungan.

Kashirskaya, I, K, Zholudeva, S, V, Skrynnk, N, E. 2015. Phsycological Readiness for Marriage as Personal Formation. Mediterranean Journal of Socil Sciens. Vol. 6. No.6: Hal 254-463.

Kementerian Agama Kabupaten Semarang. 2015. Rekap Data Pernikahan Di Bawah Umur Seluruh Kecamatan Di Kabupaten Semarang Pada Tahun 2015-2017. Dinas Kementrian Agama Kabupaten Semarang.

Khawaja, I,S. 2010. Diagnostic Accuracy of Split-Night Polysomograms. J Cilin Sleep Med. Vol 6. No. 4: Hal 357-362.

Kumalasari dan Andhyantoro. 2012. Kesehatan Reproduksi untuk Mahasiswa Kebidanan dan Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

Larasati, A. 2012. Kepuasan Perkawinan Pada Istri Ditinjau Dari Keterlibatan Suami Dalam Menghadapi Tuntutan Ekonomi dan Pembagian Peran dalam Rumah Tangga. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan. Universitas Airlangga. Vol.1. No. 03: Hal 1-6.

Lestari. 2015. Pembagian Peran Dalam Rumah Tangga Pada Pasangan Suami Istri Jawa. Jurnal Penelitian Humaniora Vol. 16 No. 1 Tahun 2013. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Najoan, I, J, H. 2015. Pola Komunikasi Suami Istri Dalam Menjaga Keharmonisan Keluarga di Desa Tondegesan II Kecamatan Kawangkoan Kabupaten Minahasa. E-journal Ácta Diurna. Vol. IV. No. 4.

Paul, N, Joseph, U, O, Ijeoma, O, C. 2013. Education an antidote against early marriage in Amhara Region. Ethiopia: Pathfinder Internasional.

Raho. 2009. Teori Peranan. Jakarta : Bumi Aksara.

Ratnasari. 2011. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Activities Daily Living Lansia Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Keluarga [Tesis]. Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret.

Selvi 2017. Tipe Komitmen Perkawinan Pada Pasangan Yang Menikah Dini Di Kabupaten Brebes. Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Semarang.

Setyawati, R. 2014. Hak dan Kewajiban Suami Istri Dalam Keluarga Muslim (Studi pada Perempuan Karir di Kecamatan Sanden Bantul D.I Yogyakarta). Jurusan Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Yogyakarta.

Walgito Bimo. 2017. Bimbingan & Konseling Perkawinan. Yogyakarta : CV Andi Offset.

Warsono. 2010. Prinsip-Prinsip dan Praktik Keuangan Pribadi. Vol. 13.
Published
2021-02-05
How to Cite
Rusdayanti, Sofiyanti, I., & Isfaizah. (2021). Gambaran Peran Diri Wanita Yang Melakukan Pernikahan Dini Di Desa Banyukuning Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), 2(1), 11 - 23. https://doi.org/10.35473/jhhs.v2i1.55