FORMULASI DAN PENGARUH KONSENTRASI ASAM SITRAT, ASAM TARTRAT DAN NATRIUM BIKARBONAT TERHADAP SIFAT GRANUL EFFERVESCENT EKSTRAK LABU KUNING (Cucurbita maxima Duch)

  • Yazid Hayaza Program Studi Farmasi, Universitas Ngudi Waluyo
  • Agitya Resty Erwiyani Program Studi Farmasi, Universitas Ngudi Waluyo
  • Jatmiko Susilo Program Studi Farmasi, Universitas Ngudi Waluyo
Keywords: Labu Kuning (Cucurbita maxima Duch), Formulasi effervescent, Granulasi basah.

Abstract

Labu kuning (Cucurbita maxima Duch) telah diteliti memiliki aktifitas antioksidan untuk membantu melawan berbagai macam radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh dan sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta memperlambat proses penuaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan formulasi granul effervescent ekstrak labu kuning (Cucurbita maxima Duch) terhadap sifat fisik granul yang dibuat dengan metode granulasi basah. Rancangan penelitian menggunakan penelitian eksperimental yaitu pembuatan formulasi sediaan efervesen ekstrak daging buah labu kuning (Cucurbita maxima Duch) dengan variasi konsentrasi asam sitrat, asam tartarat dan natrium bikarbonat dan uji sifat fisik granul meliputi : kadar air, volume guncang, waktu alir, waktu disperse dan pH. Pada formulasi I, didapatkan hasil pengujian kadar air 0.49%, volume guncang 9%, kecepatan alir 16,37 gram/detik, waktu dispersi selama 78 detik dan pH 6.31, Pada formulasi II, didapatkan hasil pengujian kadar air 0.54%, volume guncang 4.44%, kecepatan alir 22.37 gram/detik, waktu dispersi selama 56 detik dan pH 6.03, Sedangkan pada formulasi III didapatkan hasil pengujian kadar air 0.64%, volume guncang 3.25%, kecepatan alir 25.92 gram/detik, waktu dispersi selama 45 detik dan pH 5.31. Pada formulasi variasi jumlah asam sitrat dan asam tartrat dan natrium bikarbonat berpengaruh terhadap kadar air, volume guncang, kecepatan alir, waktu dispersi dan pH granul effervescent ekstrak daging buah labu kuning (Cucurbita maxima Duch).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alam, M., N., Bristi, N. J., Rafiquzzaman, M., (2013), Review On In Vivo and In Vitro Methods Evaluation of Antioxidant Activity, saudi pharmaceutical, 2(21):143-152.

Anonim. (2000). Parameter Standard Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Departemen Kesehatan RI Dirjen POM: Jakarta.

Ansel, H.C. (2005). Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi Edisi IV. UI Press: Jakarta.

Aukkanit,N., Sirichokworrakit, S., (2017), Effect Of Dried Pumpkin Powder On Physical, Chemical, And Sensory Properties Of Noodle, International Journal Of Advances In Science Engineering And Technology, 5(1):14-18.

Aslani, A dan F, Fattahi, (2013), Formulation, Characterization and Physicochemical Evaluation of Pottasium Citrate Effervescent Tablets, Adv Pharm Bull, 3:217-25.

Candra, D., (2008), Pengaruh Variasi Konsentrasi Asam Tartarat Terhadap Sifat Fisik Dan Respon Rasa Tablet Effervescent Ekstrak Tanaman Ceplukan (Physalis Angulata L), Skripsi, Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta: Surakarta.

Elfiani, R., Radjab, Naniek S. Harfiyyah, Luvi S., (2014), Perbandingan Penggunaan Asam Sitrat dan Tartarat Terhadap Sifat Fisik Granul Effervescent Ekstrak kering Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L), Jurnal Media Farmasi, 11(1):7-17.

Kumar, S., (2014), The Importance of Antioxidant And Their Role in Pharmaceutical Science – A Review , Asian Jurnal of Research in Chemistry and Pharmaceutical Sciences. 1(1): 27-44.

Lechman, (1989). Teori dan Praktek Farmasi Industri. Jilid II dan III. Terjemahan Suyatmi. Universitas Indonesia: Jakarta.

Lestari, P.M, Radjab, N.S, dan Octaviani, A., (2014), Formulasi dan evaluasi fisik granul effervescent sari buah naga (Hylocereus undatus), Farmasains, 2(4): 182-185.

Palobo, F.N., Yamelan, P.V.Y., dan Yudistira, A., (2012), Formulasi granul effervescent ekstrak dauk leilem (Clerodendrum minahassae L), Farmasi FMIPA UNSRAT, Makassar.

Parikh DM. (2015), Handbook of Pharmaceutical Granulation Technology. Taylor & Francis Group: London.

Pisoschi, A., M. dan Negulescu, G., P., (2011), Method For Total Antioxidant Activity Determination: A Review, Biochem and Anal Biochem, 1(1):1-10.

Respati, A.N., (2010). Pengaruh penggunaan pasta labu kuning (Cucurbita moschata) untuk Subtitusi Tepung Terigu Dengan Penambahan Tepung Angkak Dalam Pembuatan Mie Kering, Skripsi, Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret: Surakarta.

Riaz, S., Malook, S., Shah, A., H., Sarfaraz, M., Kazmi, S., M., Z., Abad, Z., jabeen, S., Uz Zaman, R., Q., asif, M., Ali, Q., (2005) Improvement of Secondari Metabolites for Cucurbita Moschata Through Tissue Culture Tecniques: An Overview, Life Science Jurnal,12(4):96-132.

Schaude, C., Frohlich, E., Meindl, C., Attard, J., Binder, B., Mohr, G.J. (2017) The Development of Indicator Cotton Swabs for the Detection of pH in Wounds. Sensors, 17(6):455-460.

Sheskey, P. J., Rowe, C.R., Owen, S.C., (2006), Handbook of Pharmaceutical Excipient, Pharmaceutical Press: London.

Siregar, C., dan Wikorso, Soleh.(2010).Teknologi Farmasi Sediaan Tablet Dasar-Dasar Praktis. Buku Kedokteran EGC: Jakarta.

Voight, (1995). Buku Ajar Teknologi Farmasi. UGM press: Yogyakarta

Yulia, S.R. (2014). Perbandingan Metode Ekstraksi dan Variasi Pelarut Terhadap Rendemen dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kubis Ungu (Brassica oleracea L. var. capitata f. rubra).Skripsi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta.

Published
2019-09-03
How to Cite
Hayaza, Y., Resty Erwiyani, A., & Susilo, J. (2019). FORMULASI DAN PENGARUH KONSENTRASI ASAM SITRAT, ASAM TARTRAT DAN NATRIUM BIKARBONAT TERHADAP SIFAT GRANUL EFFERVESCENT EKSTRAK LABU KUNING (Cucurbita maxima Duch). Journal of Holistics and Health Science, 1(1), 11 - 19. https://doi.org/10.35473/jhhs.v1i1.7