ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA (COST EFFECTIVENESS ANALYSIS) PENGOBATAN INFEKSI SALURAN KEMIH MENGGUNAKAN ANTIBIOTIK SEFTRIAKSON DAN SEFOTAKSIM DI RS PARU ARIO WIRAWAN SALATIGA

  • Kusumaning Wardhani Program Studi Farmasi, Universitas Ngudi Waluyo
  • Ening Listyanti Intalasi Farmasi RSP dr. Ario Wirawan Salatiga
  • Niken Dyahariesti Program Studi Farmasi, Universitas Ngudi Waluyo
  • Richa Yuswantina Program Studi Farmasi, Universitas Ngudi Waluyo
Keywords: Analisis Efektitas Biaya, Infeksi Saluran Kemih, Seftriakson, Sefotaksim

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah keadaan dimana kuman bertumbuh dan berkembangbiak di dalam traktus urinarius dengan jumlah yang bermakna. ISK diobati dengan antibiotik yang menjadi salah satu kategori biaya yang signifikan dalam anggaran farmasi di rumah sakit. Antibiotik golongan Sefalosporin digunakan sebagai drug of choise dan dicari lebih cost-effective. Untuk menentukan terapi yang lebih cost-effective antara penggunaan Setriakson dan Sefotaksim pada pasien ISK di rawat inap di RS Paru Ario Wirawan Salatiga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif.Dianalisis dengan metode CEA dengan parameter Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost Effectiviness Ratio (ICER) dilihat dari outcome lama rawat inap. Sampel pada penelitian ini sebanyak 39 pasien diantaranya 22 pasien menggunakan Seftriakson dan 17 pasien menggunakan Sefotaksim. Hasil penelitian menunjukkan, nilai ACER kelas I Sefotaksim sebesar Rp. 454.353. Nilai ACER kelas II Sefotaksim sebesar Rp. 212.283 dan nilai ICER sebesar -Rp. 134.987/hari. Nilai ACER kelas III Seftriakson sebesar Rp. 268.366. Biaya antibiotik yang paling cost-effective pada kelas I adalah Sefotaksim, paling cost-effective pada kelas II adalah Sefotaksim, paling cost-effective pada kelas III adalah Seftriakson.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Lestari W., Ahmady A., Zubir N., et al, (2011). Studi Penggunaan Antibiotik Berdasarkan Sistem ATC/DDD dan Kriteria Gysens di Bangsal Penyakit Dalam RSUP DR.M.Jamil Padang., Tesis., Fakultas Farmasi, Pascasarjana, Universitas Andalas, Padang.

Hassan, R., H. Alatas., A. Latief., P.M. Napitupulu., dan A Pudjiadi. (2007). Ilmu Kesehatan Anak. Infomedika, Jakarta.

Prasetyo, A., B.U. Pendit., dan T. Priliono. (2004). Buku Ajar Patologi Robins. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Andayani, T.M., (2013). Definisi Farmakoekonomi, dalam: Farmakoekonomi Prinsip dan Metodologi. Bursa Ilmu, Yogyakarta, hal. 4.

Kasmed. (2007). Hubungan Antara Kualitas Perawatan Kateter dengan Kejadian Infeksi Nosokomial Saluran Kemih. Universitas Diponegoro, Semarang.

Tjay, Tan Hoan dan Kirana Rahardja, ( 2007), Obat-Obat Penting Khasiat, Penggunaan dan Efek- Efek Sampingnya, Edisi Keenam, 262, 269-271, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.

Published
2019-09-03
How to Cite
Wardhani, K., Listyanti, E., Dyahariesti, N., & Yuswantina, R. (2019). ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA (COST EFFECTIVENESS ANALYSIS) PENGOBATAN INFEKSI SALURAN KEMIH MENGGUNAKAN ANTIBIOTIK SEFTRIAKSON DAN SEFOTAKSIM DI RS PARU ARIO WIRAWAN SALATIGA. Journal of Holistics and Health Science, 1(1), 20 - 26. https://doi.org/10.35473/jhhs.v1i1.8