Pemberdayaan Lansia di Wilayah Puskemas Kalongan melalui Demonstrasi Senam Peregangan dan Senam Kaki Diabetes
Keywords:
Pemberdayaan, Lansia, Senam Peregangan, Senam Kaki DiabatesAbstract
Peningkatan usia pada lansia berbanding lurus dengan risiko penyakit metabolik seperti Diabetes Melitus (DM) dan penurunan fungsi muskuloskeletal. Wilayah Puskesmas Kalongan memiliki populasi lansia yang signifikan, di mana sebagian besar berada pada fase degeneratif yang rentan terhadap komplikasi vaskular dan risiko jatuh. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam melakukan senam peregangan dan senam kaki diabetes sebagai upaya preventif non-farmakologis. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 7 April 2026 di Desa Kalongan, Ungaran Timur, dengan melibatkan 17 lansia. Metode yang digunakan adalah edukasi terstruktur dan demonstrasi praktis (repetisi). Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan serta observasi langsung untuk menilai keterampilan psikomotorik. Hasil: Mayoritas peserta adalah perempuan (64,7%) dengan kelompok usia dominan 60-69 tahun (52,9%). Hasil post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana responden dengan kategori "Baik" meningkat dari 2 orang menjadi 5 orang. Pada aspek keterampilan, terjadi transformasi nyata dengan hilangnya responden pada kategori "Kurang" (0%) dan peningkatan kategori "Sangat Baik" menjadi 3 orang. Kesimpulan: Intervensi melalui metode demonstrasi efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kemandirian motorik lansia. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan sirkulasi darah perifer dan kualitas hidup lansia melalui pencegahan komplikasi diabetes secara mandiri.