SOBAT LANSIA (Senam Otak Hebat Bareng Lansia): Optimalisasi Fungsi Motorik Melalui Gerakan Stimulasi Motorik di Kalisalak, Lemah Ireng, Bawen
Sobat lansia
Keywords:
SOBAT LANSIA, Senam Otak, Lansia, Fungsi KognitifAbstract
Proses penuaan secara fisiologis memicu penurunan fungsi neurologis dan muskuloskeletal pada lansia, yang bermanifestasi pada kemunduran fungsi motorik dan kognitif. Di Desa Kalisalak, Lemah Ireng, Kecamatan Bawen, fasilitasi kesehatan untuk lansia masih berfokus pada pemeriksaan fisik dasar tanpa adanya stimulasi motorik-kognitif yang terstruktur. Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-PM) ini bertujuan untuk mengoptimalisasi fungsi motorik dan kognitif lansia melalui program "SOBAT LANSIA" (Senam Otak Hebat Bareng Lansia). Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, edukasi interaktif, pendampingan intensif latihan koordinasi gerakan silang (brain gym), serta evaluasi berkala. Mitra dalam kegiatan ini adalah 40 lansia di Desa Kalisalak, yang secara demografis didominasi oleh kelompok usia 60–69 tahun (65%) dan jenis kelamin perempuan (65%). Evaluasi program diukur menggunakan kuesioner pengetahuan, lembar observasi ketrampilan psikomotorik, dan instrumen Mini-Mental State Examination (MMSE) untuk fungsi kognitif dengan pendekatan pre-test dan post-test. Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada ketiga indikator luaran. Pada aspek kognitif pengetahuan, kelompok lansia dengan kategori pengetahuan "Kurang" menyusut drastis dari 50% menjadi 15%. Pada aspek ketrampilan psikomotorik, kategori ketrampilan lansia didominasi oleh kategori "Cukup" sebesar 50% dan kategori "Sangat Baik" meningkat menjadi 10%. Melalui uji MMSE, fungsi kognitif global lansia kategori "Normal" melonjak dari 52,5% menjadi 70%, dibarengi penurunan angka gangguan kognitif ringan dan sedang. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah program SOBAT LANSIA terbukti efektif sebagai intervensi non-farmakologis adaptif berbasis komunitas yang mampu meningkatkan pengetahuan, ketrampilan motorik, serta fungsi kognitif global lansia. Program ini sangat potensial untuk direplikasi secara berkelanjutan demi menekan risiko jatuh dan menjaga kemandirian fungsional lansia dalam kehidupan sehari-hari.