SOSIALISASI PERNIKAHAN DINI DAN KESEHATAN REPRODUKSI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI SMK TARUNATAMA GETASAN
DOI:
https://doi.org/10.35473/jpmmi.v9i1.544Keywords:
Stunting, Permikahan Dini, Kesehatan ReproduksiAbstract
Stunting is one of the significant health problems in Semarang Regency, especially related to the low understanding of early marriage and reproductive health. This study aims to analyze the effectiveness of socialization about early marriage and reproductive health at SMK Tarunatama as an effort to prevent stunting in Semarang Regency, this socialization was attended by grade 12 with 30 respondents, data collection using pre-test and post-test. The method used is quantitative method, data analysis using two paired samples test (Paired Sample t Test).The results show that the average value of the post-test is greater than the average value of the pre-test, this shows that students who take part in socialization have increased knowledge about the risks of early marriage and the importance of reproductive health in preventing stunting in children in the future. The results of the study using the Paired Sample t Test analysis show that the significant obtained is 0.001 which is smaller than the alpha value of 0.05 thus Ho is rejected and Ha is accepted. it can be concluded that there is a significant difference or effectiveness before and after being given the socialization of early marriage and reproductive system health.
ABSTRAK
Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang signifikan di Kabupaten Semarang, terutama terkait dengan rendahnya pemahaman mengenai pernikahan dini dan kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas sosialisasi tentang pernikahan dini dan kesehatan reproduksi di SMK Tarunatama sebagai upaya pencegahan stunting di Kabupaten Semarang, sosialisasi ini di ikuti kelas 12 dengan 30 responden, pengumpulan data dengan menggunakan pre-test dan post-test. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif, Analisis data menggunakan uji dua sampel berpasangan ( Paired Sample t Test ). Hasil menunjukkan nilai rata post-test lebih besar dari nilai rata pre-test, hal ini menunjukan bahwa siswa yang mengikuti sosialisasi memiliki peningkatan pengetahuan tentang risiko pernikahan dini dan pentingnya kesehatan sistem reproduksi dalam mencegah stunting pada anak di masa depan. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis Paired Sample t Test menunjukan bahwa signifikan yang diperoleh 0,001 yang dimana lebih kecil dari nilai alpha 0,05 dengan demikian Ho di tolak dan Ha diterima. hal ini dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan atau efektivitas yang signifikan sebelum dan sesudah di berikan sosialisasi pernikahan dini dan kesehatan sistem reproduksi.
Downloads
References
Faridatul, U. S., Fakultas, J., Uin, S., & Malang, M. (2012). Pernikahan Dini Dan Implikasinya Terhadap Kehidupan Keluarga Pada Masyarakat Madura (Perspektif Hukum Dan Gender). http://www.isadanislam.
Tania Marcelina, S., Yudianti, I., Sondakh, J. J., Astutik, H., Kebidanan, J., & Kemenkes Malang, P. (2021). Pemberdayaan Remaja Dalam Mencegah Pernikahan Dini Dan Stunting. Jurnal Dharma Bhakti-LPPM AKPRIND, 4(2), 202.
Raksun, A., Fahmi, A., Safira, A., Putri, N., Rahdyan, J., Arifah, A., … Sanjaya, A. (2023). Penyuluhan Pencegahan Pernikahan Dini dan Sosialisasi Stunting Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Dane Rase Lombok Timur. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Original, 6(3), 491–495. https://doi.org/:https://doi.org/10.29303/jpmpi.v6i3.4690
Qibtiyah, M. (2014). Faktor yang Mempengaruhi Perkawinan Muda Perempuan. Jurnal Biometrika Dan Kependudukan, 3(1), 50–58.
Tampubolon, E. (2021). Permasalahan Perkawinan Dini di Indonesia. Jurnal Indonesia Sosial Sains, 2(5), 738–745. https://doi.org/10.36418/jiss.v2i5.279
Citrawathi, D. M. (2016). Membelajarkan Keterampilan Hidup Dalam Bidang Kesehatan
Reproduksi Untuk Menurunkan Risiko Remaja Mengalami Triad KRR. Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016 , 7

