PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN DAN PENURUNAN STUNTING PADA 1.000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN DI DESA KRISIK

Authors

  • Muhammad Ahnaf Rangga Priftadi Universitas Ngudi Waluyo
  • Eko Nur Hermansyah Universitas Ngudi Waluyo
  • Jujur Kania Dwi Sulistiyoningrum Universitas Ngudi Waluyo
  • Asnat Rimba Da Costa Universitas Ngudi Waluyo
  • Silvia Alvin Dinar Universitas Ngudi Waluyo
  • Thitus Servas Bergmans Loban Universitas Ngudi Waluyo

DOI:

https://doi.org/10.35473/jpmmi.v9i2.621

Keywords:

Stunting Indonesia, Pencegahan stunting, 1000 hari kehidupan, Ibu hamil stunting, ASI eksklusif, MPASI, Gizi balita, Intervensi gizi sensitif, Intervensi gizi spesifik

Abstract

Stunting is a chronic health problem that hinders physical growth, cognitive development, and increases children's vulnerability to serious diseases in adulthood. Prevention and reduction of stunting prevalence must begin before pregnancy, continue during pregnancy, and be maintained until the first 1,000 days of a child's life. This study reviews the literature, Indonesian government programs, and WHO guidelines to identify effective nutritional interventions, nutrition education, and improved health services, with a focus on Krisik Village. The findings indicate that pregnant women who consume a balanced diet, receive iron and folic acid supplementation, and undergo regular antenatal check-ups have a lower risk of stunting in their children. For infants, practices such as exclusive breastfeeding, providing nutritious complementary foods, complete immunization, and periodic growth monitoring have been proven to reduce the incidence of stunting. Nutrition education for parents and health workers also plays an important role in changing eating behaviors and raising awareness of the importance of nutrition during the first 1,000 days. In conclusion, efforts to reduce stunting require a multisectoral approach that integrates health services, social programs, and community empowerment. Comprehensive interventions from pre-pregnancy through the end of the first 1,000 days can have a significant impact on reducing stunting rates in Indonesia, particularly in Krisik Village.

 

ABSTRAK

Stunting merupakan masalah kesehatan kronis yang menghambat pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan meningkatkan kerentanan anak terhadap penyakit berat di masa dewasa. Pencegahan dan penurunan prevalensi stunting harus dimulai sejak pra‑kehamilan, berlanjut selama kehamilan, dan terus dipertahankan hingga 1 000 hari pertama kehidupan anak. Penelitian ini meninjau literatur, program pemerintah Indonesia, serta pedoman WHO untuk mengidentifikasi intervensi nutrisi, edukasi gizi, dan peningkatan layanan kesehatan yang efektif, dengan fokus pada Desa Krisik. Hasil kajian menunjukkan bahwa ibu hamil yang mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menerima suplementasi zat besi dan asam folat, serta menjalani pemeriksaan antenatal secara rutin memiliki risiko stunting yang lebih rendah pada anaknya. Pada anak balita, praktik pemberian ASI eksklusif, penyediaan makanan pendamping yang bernutrisi, imunisasi lengkap, dan pemantauan pertumbuhan secara periodik terbukti dapat mengurangi kejadian stunting. Pendidikan gizi bagi orang tua dan tenaga kesehatan juga berperan penting dalam mengubah perilaku makan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya nutrisi pada 1 000 hari pertama. Kesimpulannya, upaya penurunan stunting memerlukan pendekatan multisektoral yang mengintegrasikan layanan kesehatan, program sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Intervensi komprehensif sejak pra‑kehamilan hingga akhir periode 1 000 hari pertama dapat memberikan dampak signifikan dalam menurunkan angka stunting di Indonesia, khususnya di Desa Krisik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Rahman, H., Rahmah, M., & Saribulan, N. (2023). Upaya penanganan stunting di Indonesia:

Analisis bibliometrik dan analisis konten. Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara

Khatulistiwa, 8(1), 44-59.

Martony, O. (2023). Stunting di Indonesia: Tantangan dan solusi di era modern. Journal of

Telenursing (JOTING), 5(2), 1734-1745.

Deda, Y. N., Marla Nahak, M. P., & Pala, A. (2024). Global Trend of Stunting in The Last

Decade: A Bibliometric Analysis. Amerta Nutrition, 8(4).

Jannah, A. M., Kurnia, E., & Yulianto, W. (2025). LITERATUR REVIEW: KEBIJAKAN

PENANGGULANGAN STUNTING DI INDONESIA. Jurnal Administrasi Rumah

Sakit Indonesia, 4(1), 70-79.

Romadona, N. F., Setiasih, O., Listiana, A., Syaodih, E., & Rudiyanto, R. (2023). Strategi

Pencegahan dan Penanganan Stunting Multidimensi melalui Pelatihan Guru PAUD.

Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(6), 7241-7252.

Yuda, A. P. (2023). Tinjauan Literatur: Perkembangan Program Penanggulangan Stunting di

Indonesia. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 6(2), 1.

Tiyas, R., & HasanBasri, M. (2023). Systematic Literature Review: Strategi Promosi

Kesehatan Dalam Mencegah Stunting. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan (The

Indonesian Journal of Health Service Management), 26(3).

Marodiyah, I., Saputri, I. D., Budi, M. J. D. S., Vitara, D. A., & Fachrudin, M. F. (2024).

Sosialisasi Pencegahan Stunting Untuk Mengurangi Jumlah Anak Stunting Di Desa

Tamiajeng. Journal of Social Comunity Services, 1(1), 125-132.

Salsavira, N., Rosyidah, L., Nuraini, R., Megasari, D., & Atasa, D. (2025). Pemberdayaan

Masyarakat Desa dalam Pencegahan Stunting melalui KKN Kolaboratif: Pendekatan

Edukatif untuk Meningkatkan Kesadaran dan Praktik Gizi Seimbang. BERNAS: Jurnal

Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 183-190.

Adelia, P., Savitri, M., Baskoro, R. A., Mufidah, A., Aprilia, E., Hanif, M. A., & Handayani, A.

F. S. (2024). Edukasi dan Intervensi Gizi untuk Mencegah Stunting: Studi Kasus

Program KKN New Zero Stunting Desa Jatiwangi. Jurnal Ilmiah Pengabdian Pada

Masyarakat, 2(1), 81-86.

Downloads

Published

2026-08-23

How to Cite

Priftadi, M. A. R., Hermansyah, E. N., Sulistiyoningrum, J. K. D., Da Costa, A. R., Dinar, S. A., & Loban, T. S. B. (2026). PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN DAN PENURUNAN STUNTING PADA 1.000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN DI DESA KRISIK. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Indonesia (Indonesian Journal of Independent Community Empowerment), 9(2), 55–60. https://doi.org/10.35473/jpmmi.v9i2.621