Analisis Gaya Hidup dan Pola Makan dengan Tekanan Darah Sistolik pada Pekerja Pabrik di Wilayah Kabupaten Semarang
Analysis of Lifestyle and Dietary Patterns with Systolic Blood Pressure in Factory Workers in Semarang Regency
DOI:
https://doi.org/10.35473/jhhs.v7i2.546Keywords:
Gaya hidup, Pola makan, Tekanan darahAbstract
High blood pressure is a serious health problem that is often faced by factory employees. Risk factors that can influence blood pressure include lifestyle factors and unhealthy eating patterns and lack of physical activity. The aim of this research was to determine lifestyle and eating patterns on blood pressure in factory workers in the Semarang district. This research uses a descriptive observational method with a cross sectional approach. The sampling technique used is a non-probability technique. The population in this study were factory workers in the Semarang district, totaling 98 respondents. Univariate and bivariate data analysis using the Spearman Rank test. These results show a p value = 0.000 < 0.05 so there is a relationship between smoking habits and blood pressure. p value = 0.025 < 0.05 so there is a relationship between excessive salt consumption and blood pressure, p value = 0.016 < 0.05 so there is a relationship between physical activity and blood pressure.
ABSTRAK
Tekanan darah tinggi merupakan masalah kesehatan serius yang sering dihadapi oleh pegawai pabrik, faktor resiko yang dapat mempengaruhi tekanan darah diantaranya adalah faktor gaya hidup dan pola makan tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gaya hidup dan pola makan terhadap tekanan darah pada pekerja pabrik di wilayah kabupaten semarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik non-probability. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja pabrik yang ada di wilayah kabupaten semarang dengan sumlah sampel 98 responden. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji Spearman Rank. Hasil ini menunjukan nilai p value = 0,000 < 0,05 sehingga terdapat hubungan antara kebiasaan merokok dengan tekanan darah. nilai p value = 0,025 < 0,05 sehingga Terdapat hubungan antara Konsumsi garam yang berlebih dengan tekanan darah, nilai p value = 0,016 < 0,05 sehingga terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah.
Downloads
References
Ahmad Fauzi, I Nengah Punia, G. K. (2017). (20 C.E.). Ahmad Fauzi, I Nengah Punia, & Gede Kamajaya. (2017). “Budaya Nongkrong Anak Muda Di Kafe (Tinjauan Gaya Hidup Anak Muda Di Kota Denpasar)”. Jurnal Ilmiah Sosiologi Vol. 1 No. 1. Andrew’s Disease of the Skin Clinical Dermatology., 32(1), 1–30.
Amelia, Fajrianti, G., & Murniani. (2024). Hubungan Gaya Hidup Terhadap Kejadian Hipertensi. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(4), 1487–1498.
Crystallography, X. D. (2016). BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pola Makan 1. Pengertian Pola Makan. 1–23.
Handayani, R., Mutiara Sanni, N., & Ayu, I. M. (2023). Pola Makan sebagai Faktor Risiko Hipertensi pada Pekerja. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 6(4), 588–594. https://doi.org/10.56338/mppki.v6i4.2963
Yunus, M. H., Kadir, S., & Lalu, N. A. S. (2023). the Relationship Between Salt Consumption Patterns and the Incidence of Hypertension in the Elderly At the Kota Tengah Health Center. Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community, 7(1), 163–171. https://doi.org/10.35971/gojhes.v7i1.16279
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Journal of Holistics and Health Sciences

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


