Efektivitas Ekstrak Buah Senggani (Melastoma malabathricum L.) sebagai Pewarna Inti Sel Alternatif Hematoksilin pada Preparat Histologi Hepar Mencit (Mus musculus)
Effectiveness of Senggani (Melastoma malabathricum L.) Fruit Extract as an Alternative Hematoxylin Nuclear Stain for Mouse (Mus musculus) Liver Histological Preparations
DOI:
https://doi.org/10.35473/jhhs.v8i2.774Keywords:
Buah Senggani; Hematoksilin; Histologi; Inti Sel; Pewarna AlamiAbstract
Nuclear staining is an important step in histological examination to clarify cell and tissue structure. Hematoxylin is a widely used nuclear stain, but its use still has several limitations, including dependence on imported materials and the use of synthetic chemicals. Therefore, it is necessary to develop more environmentally friendly natural dyes as an alternative histological stain. This study aims to evaluate the potential of senggani fruit extract (Melastoma malabathricum L.) as an alternative nuclear stain compared to hematoxylin in liver histology preparations of mice (Mus musculus). This study is an experimental laboratory study using two groups, namely the control group (hematoxylin) and the treatment group (senggani fruit extract). The study sample consisted of 32 liver histology preparations of mice divided into 16 control preparations and 16 treatment preparations. Assessment of staining quality was carried out based on the intensity and sharpness of the nuclear color, then analyzed descriptively and using the Mann–Whitney test. The results showed that all preparations in the control group obtained a higher staining quality score (mean = 6), while all preparations in the treatment group obtained a mean score of 2, indicating a lower quality of cell nucleus staining compared to the control group. The results of the Mann–Whitney test showed a significant difference between the two groups (p < 0.001). Based on these results, it can be concluded that senggani fruit extract has not been able to produce a quality of cell nucleus staining that is equivalent to hematoxylin under the conditions of this study. However, senggani fruit extract still has the potential to be developed as a natural histological dye through optimization of concentration, extraction method, use of mordant, and staining conditions.
ABSTRAK
Pewarnaan inti sel merupakan tahapan penting dalam pemeriksaan histologi untuk memperjelas struktur sel dan jaringan. Hematoksilin merupakan pewarna inti sel yang digunakan secara luas, namun penggunaannya masih memiliki beberapa keterbatasan, antara lain ketergantungan terhadap bahan impor serta penggunaan bahan kimia sintetis. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan pewarna alami yang lebih ramah lingkungan sebagai alternatif pewarna histologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ekstrak buah senggani (Melastoma malabathricum L.) sebagai alternatif pewarna inti sel dibandingkan hematoksilin pada preparat histologi hepar mencit (Mus musculus). Penelitian ini merupakan penelitian laboratorium eksperimental (experimental laboratory study) yang menggunakan dua kelompok, yaitu kelompok kontrol (hematoksilin) dan kelompok perlakuan (ekstrak buah senggani). Sampel penelitian terdiri atas 32 preparat histologi hepar mencit yang dibagi menjadi 16 preparat kontrol dan 16 preparat perlakuan. Penilaian kualitas pewarnaan dilakukan berdasarkan intensitas dan ketajaman warna inti sel, kemudian dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh preparat pada kelompok kontrol memperoleh skor kualitas pewarnaan yang lebih tinggi (rerata = 6), sedangkan seluruh preparat pada kelompok perlakuan memperoleh rerata skor 2, yang menunjukkan kualitas pewarnaan inti sel lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol. Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p < 0,001). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak buah senggani belum mampu menghasilkan kualitas pewarnaan inti sel yang setara dengan hematoksilin pada kondisi penelitian ini. Meskipun demikian, ekstrak buah senggani masih berpotensi untuk dikembangkan sebagai pewarna alami histologi melalui optimasi konsentrasi, metode ekstraksi, penggunaan mordant, dan kondisi pewarnaan.
Downloads
References
Adiningsih, R., Rahmawati, Y., & Nailufar, Y. (2024). Potensi Ekstrak Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) Sebagai Pengganti Cat Hematoksilin Dalam Pewarnaan Rutin Jaringan. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(4), 12988–12997. https://doi.org/10.31004/jkt.v5i4.35535
Darmadi, D., & Dikna, J. (2022). Morfologi Telur Ascaris Lumbricoides Dengan Menggunakan Pewarnaan Hematoksilin Eosin: Morphology Of Worm Eggs Ascaris lumbricoides with Hematoxylin Eosin Stain. Borneo Journal of Medical Laboratory Technology, 5(1), 335–340. https://doi.org/10.33084/bjmlt.v5i1.4433
Hussain, A., Saifullah, S., Komal, L., Arshad, B., Kashif, M., Afzal, M., Shaheen, A., & Aslam, S. (2021). Recent Advances and Novel Strategies to Combat Biotic and Abiotic Stresses in Plants with Hydroponic Technology. 3362, 342–346. 6(10), 342–346. https://doi.org/10.36348/sjpm.2021.v06i10.003
Jasphin, S., Raghavendra, A. P., Solomon, M. C., Amuthan, A., Kumar Singh, B. M., & Kairanna, N. V. (2023). Anthocyanins: A Hue For Histology - Systematic Review. Malaysian Journal of Science, 42(1), 106–125. https://doi.org/10.22452/mjs.vol42no1.10
Karlina, I., Pusparini, N. A. O., Maharesi, C. E., Saeed, F., Retnoaji, B., Saragih, H., Septriani, N. I., Rohmah, Z., Hadi, S., & Nuriliani, A. (2025). Natural Dye as an Alternative to Hematoxylin-Eosin Staining on Histological Preparations. Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati, 139–147. https://doi.org/10.24002/biota.v10i2.7909
Mescher, A. L. (2016). Junqueira’s Basic Histology: Text and Atlas (12th Editi). Mc Graw Hill Education Lange.
Pramesti, T., Nailufar, Y., & Rahmawati, Y. (2025). Variasi Waktu Larutan Fiksasi Bouin terhadap Kualitas Pewarnaan Hematoksilin Eosin pada Jaringan Histologi Ginjal Mencit. Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan, 11(2), 250–262. https://doi.org/10.37012/anakes.v11i2.2708
Pratiw, G., & Shiyan, S. (2021). Optimasi Ekstraksi Buah Senggani (Melastoma malabathricum L.): Aplikasi Desain Faktorial Dan Pemeriksaan Kadar Antosianin. Jurnal ’Aisyiyah Medika, 6(1). https://doi.org/10.36729/jam.v9i2.1264
Rahmawati, F., Purwaning Sari, K., Huda, N., & Rousdy, D. W. (2023). Ekstrak Biji Kesumba Keling (Bixa orellana L.) sebagai Pewarna Alami Sediaan Jaringan Ikan Nila (Oreochromis niloticus). JURNAL BIOS LOGOS, 13(3), 233–242. https://doi.org/10.35799/jbl.v13i3.51905
Rifanda, F., & Novelni, R. (2024). Pemanfaatan Ekstrak Buah Senggani (Melastoma Malabathricum L) Sebagai Pewarna Alami Pada Sediaan Blush On Cream. 8(3), 42341–42353. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/20696
Sofyanita, E. N. (2022). Perbedaan Hasil Pewarnaan Hematoxylin Eosin ( HE ) pada Histologi Ginjal Mencit ( Mus musculus ) Berdasarkan Ketebalan Mikrotom Differences in Hemtoxylin Eosin Staining Results in Mice Kidney Histology ( Mus musculus ) Based on Microtome Thickness. Jurnal Surya Medika.
Surianti, S., Husain, H., & Sulfikar, S. (2019). Uji Stabilitas Pigmen Merah Antosianin Dari Daun Jati Muda (Tectona grandis Linn f) terhadap pH sebagai Pewarna Alami. Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia Dan Pendidikan Kimia, 20(1), 94. https://doi.org/10.35580/chemica.v20i1.13623
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Holistics and Health Sciences

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


