PEMBERDAYAAN MASYARAKAT HYGIENE SANITASI LINGKUNGAN DAN PERSONAL HYGIENE WARGA BINAAN GUNA MENINGKATKAN SDG’S
DOI:
https://doi.org/10.35473/jpmmi.v8i2.591Keywords:
Kesehatan Lingkungan, Personal Hygiene, Sanitasi, Warga Binaan, SDGsAbstract
Environmental health is a strategic effort to prevent the emergence of diseases due to environmental risk factors, both physically, chemically, biologically, and socially (Ministry of Health, 2023). Based on H.L. Blum's theory, environmental factors have a dominant contribution to the level of public health, which is 40%. In a global context, the Sustainable Development Goals (SDGs) target that by 2030 the entire world's population will have full access to clean water and safe sanitation. One way to achieve this target is through improving hygiene and sanitation, which not only function as preventive efforts, but also as a foundation for clean and healthy living behavior. Personal hygiene itself includes individual habits in maintaining the cleanliness of the body and the surrounding environment as an effort to maintain physical and mental balance. This activity aims to empower inmates through an educational and participatory approach in increasing knowledge and practices of hygiene and sanitation. The methods used include health education, training in hygiene practices, and providing supporting facilities such as cleaning tools and basic sanitation equipment. The results of the activities showed a significant increase in inmates' understanding of the importance of personal and environmental hygiene. In conclusion, a planned and integrated empowerment program can provide a positive impact in building a healthy environment in the community of residents and support the achievement of SDGs goals, especially in the fields of health and sanitation.
ABSTRAK
Kesehatan lingkungan merupakan upaya strategis dalam mencegah timbulnya penyakit akibat faktor risiko dari lingkungan, baik secara fisik, kimiawi, biologis, maupun sosial (Kementerian Kesehatan, 2023). Berdasarkan teori H.L Blum, faktor lingkungan memiliki kontribusi dominan terhadap derajat kesehatan masyarakat, yakni sebesar 40%. Dalam konteks global, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) menargetkan bahwa pada tahun 2030 seluruh penduduk dunia memiliki akses penuh terhadap air bersih dan sanitasi yang aman. Salah satu cara untuk mewujudkan target tersebut adalah melalui peningkatan hygiene dan sanitasi, yang tidak hanya berfungsi sebagai upaya preventif, tetapi juga sebagai fondasi perilaku hidup bersih dan sehat. Personal hygiene sendiri mencakup kebiasaan individu dalam menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan sekitarnya sebagai upaya menjaga keseimbangan fisik dan mental. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan warga binaan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif dalam peningkatan pengetahuan serta praktik hygiene dan sanitasi. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, pelatihan praktik kebersihan, serta pemberian fasilitas pendukung seperti alat kebersihan dan perlengkapan sanitasi dasar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman warga binaan terhadap pentingnya kebersihan pribadi dan lingkungan. Kesimpulannya, program pemberdayaan yang terencana dan terintegrasi mampu memberikan dampak positif dalam membangun lingkungan sehat di komunitas warga binaan serta mendukung pencapaian tujuan SDGs khususnya dalam bidang kesehatan dan sanitasi.
Downloads
References
Gasela, Y., Sujadmi, S., & Febriani, L. (2021). Pemberdayaan narapidana di lembaga pemasyarakatan kelas II A Pangkalpinang. Jurnal sosial dan sains, 1(7), 654-661.
Imamah, N. F., & Wahyuni, M. (2021). Kaderisasi nasehat (narapidana sehat) di lapas narkotika kelas III Samarinda. Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 17(2), 176-184.
Jambi, J.K. (2024) ‘Hubungan Personal Hygiene Dengan Gejala Dermatitis Pada Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Jambi Tahun 2024’, 8(2).
Kementerian Kesehatan (2023) ‘Permenkes No. 2 Tahun 2023’, Kemenkes Republik Indonesia, (55), pp. 1–175.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2013) Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan, Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana,.
Lestariono, W. and Rahman, F. (2021) ‘Model Interaksi Narapidana Kelas Ii a Palangka Raya’, Jurnal Sociopolitico, 3(1), pp. 1–15. Available at: https://doi.org/10.54683/sociopolitico.v3i1.36.
Mulya, R. D. (2022). STRATEGI PENGELOLAAN PROGRAM PRILAKU HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS) DI LINGKUNGAN LAPAS KELAS IIA LABUHAN RUKU PROGRAM MANAGEMENT STRATEGY FOR HEALTHY CLEAN LIVING PROGRAM (PHBS) IN PRISON ENVIRONMENT CLASS IIA LABUHAN RUKU. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 10(3), 138-150.

