PEMANFAATAN AVOCADO DESSERT SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN PADA BALITA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA PASEKAN KECAMATAN AMBARAWA

Authors

  • Salma Nafis Sani Universitas Ngudi Waluyo
  • Gipta Galih Widodo Universitas Ngudi Waluyo
  • Marsela Sri Rejeki Universitas Ngudi Waluyo
  • Fatimatuz Zahro Suwarno Universitas Ngudi Waluyo
  • Iga Rosi Retnawati Universitas Ngudi Waluyo
  • Alfiatur Rohmani'ah Universitas Ngudi Waluyo
  • Nabilla Az-Zahra Universitas Ngudi Waluyo
  • Muhammad Ramdhani Universitas Ngudi Waluyo
  • Ellysa Destiar Putri Wulandhari Universitas Ngudi Waluyo
  • Ismerdiana Wenda Universitas Ngudi Waluyo
  • Aprillyandhitra Fahzaresri Witiarso Universitas Ngudi Waluyo
  • Septian Sinar Aji Nugroho Universitas Ngudi Waluyo

DOI:

https://doi.org/10.35473/jpmmi.v9i1.637

Keywords:

Stunting, Dessert Alpukat, Pelatihan, Kader, Posyandu

Abstract

Stunting is a condition of growth failure in toddlers where the child's height is shorter than children of the same age as measured by Height for Age (H/A) or Length for Age (H/A) with the result being less than 2 standard deviations (<2SD). In Ambarawa District, the number of short toddlers (H/A) in 2024 was recorded at 51 toddlers, while the prevalence of malnutrition (W/A) reached 101 toddlers. The impact of stunting is not only felt in childhood, but also continues into adulthood. Children who experience stunting are at risk of not reaching their maximum potential physically, mentally, and intellectually. One innovation in utilizing avocado is by processing it into a dessert as a nutritious supplementary food (PMT). Pasekan Village has potential that is considered quite prospective and has high economic value in the development of nutritious food in Pasekan Village, namely avocado. Efforts to prevent stunting require a comprehensive approach and active community participation, including through socialization aimed at increasing knowledge and skills in processing avocados into avocado desserts. The method used is socialization regarding stunting and the benefits of avocados. The avocado dessert training method was conducted to develop product innovations to prevent stunting. The introduction of avocado dessert received a very positive response from participants. Participants were very active in following the avocado dessert-making process and actively engaged in discussions with the team.

 

ABSTRAK

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada usia balita dimana tinggi badan anak lebih pendek pada anak-anak diseusianya yang di ukur dengan Tinggi badan menurut umur (TB/U) atau panjang badan menurut umur (PB/U) yang hasilnya kurang dari 2 tandard Deviasi (<2SD). Di Kecamatan Ambarawa, jumlah balita pendek (TB/U) pada tahun 2024 tercatat sebanyak 51 balita, sedangkan prevalensi gizi kurang (BB/U) mencapai 101 balita. Dampak stunting tidak hanya dirasakan pada masa kanak-kanak, tetapi juga berlanjut hingga dewasa. Anak yang mengalami stunting berisiko tidak mencapai potensi maksimal secara fisik, mental, maupun intelektual. Salah satu inovasi pemanfaatan alpukat adalah dengan mengolahnya menjadi dessert sebagai makanan tambahan (PMT) bergizi. Desa Pasekan memiliki potensi yang dinilai cukup prospektif dan bernilai ekonomi tinggi dalam pengembangan pangan bergizi di Desa Pasekan yaitu buah alpukat. Upaya pencegahan stunting memerlukan pendekatan menyeluruh dan partisipasi aktif masyarakat, termasuk melalui sosialisasi yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan alpukat menjadi dessert alpukat.  Metode yang digunakan yaitu sosialisasi mengenai stunting dan manfaat alpukat. Metode pelatihan pengolahan dessert alpukat dilakukan untuk menghasilkan inovasi produk dalam rangka upaya pencegahan stunting. Kegiatan pengenalan avocado dessert ini mendapat respons yang sangat positif dari peserta. Para peserta sangat aktif mengikuti proses pembuatan avocado dessert dan peserta aktif berdiskusi kepada tim.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Fadila, S. N. (2024). Dampak Stunting Terhadap Perkembangan Kognitif Anak. https://paudpedia.kemdikbud.go.id/galeri-ceria/ruang-artikel/dampak-stunting-terhadap-perkembangan-kognitif-anak?ref=MTQ4Mi0wZmI4YWVkMA==&ix=NDctNGJkMWM0YjQ=

Junaedi. (2022). Pemkab Semarang Targetkan Stunting di Bawah 5,8 Persen. https://jatengprov.go.id/beritadaerah/pemkab-semarang-targetkan-stunting-di-bawah-58-persen/

Kab.semarang, D. (2021). Penanganan Stunting Diprioritaskan di Sepuluh Desa. https://main.semarangkab.go.id/penanganan-stunting-diprioritaskan-di-sepuluh-desa/

Kemenkes RI. (2022). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Kemenkes, 1–150.

Khotimah, H. (2023). Pengaruh Pendidikan dan Penghasilan Keluarga terhadap Stunting pada Balita. Jurnal Obstretika Scienta, 11(2), 101–120.

Mumtaza, Q. A. (2023). Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 0-2 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Jaken, Kabupaten Pati. November 2022.

Nurrahmawati, E., & Sap, A. (2024). Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Kegiatan Cegah dan Tangani Stunting Untuk Meningkatkan Kesehatan Anak di Desa Eka Mulya (Mesuji Timur) Community Service Through Activities to Prevent and Handle Stunting to Improve Children’s Health in Eka Mulya Villa. Jurnal Pengabdian Dan Perubahan Sosial, 1(3), 147–155. https://doi.org/10.62951/karya.v1i3.468

Pipit Muliyah, D. A. (2020). Buku Stunting. In Journal GEEJ (Vol. 7, Issue 2).

Pradina, N. putu anggi. (2022). HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN DI DESA MENGANI 2021. Braz Dent J., 33(1), 1–12.

Downloads

Published

2026-02-20

How to Cite

Sani, S. N., Widodo, G. G., Rejeki, M. S., Suwarno, F. Z., Retnawati, I. R., Rohmani'ah, A., Az-Zahra, N., Ramdhani, M., Wulandhari, E. D. P., Wenda, I., Witiarso, A. F., & Nugroho, S. S. A. (2026). PEMANFAATAN AVOCADO DESSERT SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN PADA BALITA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA PASEKAN KECAMATAN AMBARAWA. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Indonesia (Indonesian Journal of Independent Community Empowerment), 9(1), 29–34. https://doi.org/10.35473/jpmmi.v9i1.637