Pengetahuan Remaja Tentang Kekerasan Seksual
Teenagers' Knowledge About Sexual Violence
DOI:
https://doi.org/10.35473/jhhs.v7i1.585Keywords:
Pengetahuan, Remaja, Kekerasan SeksualAbstract
The adolescent age range is defined as 10 to 24 years and unmarried, marking the transitional period from childhood to adulthood. Over the past 20 years, there has been a significant increase in incidents of sexual violence. The lack of knowledge and understanding among adolescents regarding sexual harassment renders them more vulnerable to such acts. Therefore, it is essential for adolescents to protect themselves better through adequate skills and knowledge. This study aims to describe adolescents’ knowledge regarding sexual violence. The research employed a quantitative approach using a descriptive method with a cross-sectional design. The population of the study consisted of 426 individuals, and the sample size was determined using Slovin’s formula, resulting in 81 respondents. The sampling technique used was purposive sampling, and the instrument utilized was a questionnaire. The collected data were then tabulated and the frequencies calculated to facilitate percentage analysis. The results showed that the majority of respondents were aged between 16 and 21 years, totaling 46 respondents (56.7%). Most of the respondents had only a basic level of education, totaling 37 respondents (45.7%), and the majority were female, totaling 62 respondents (76.5%). Furthermore, most respondents had a moderate level of knowledge, with 32 respondents (39.5%) falling into this category. These findings are expected to support government policies, healthcare professionals, and social organizations in enhancing promotional and mentoring activities aimed at preventing sexual violence among adolescents.
ABSTRAK
Rentang usia remaja ialah 10 hingga 24 tahun dan belum menikah, dapat diartikan remaja ialah masa pergantian dari anak-anak menuju dewasa. Dalam kurun waktu 20 tahun terakhir ditemukan peningkatan yang signifikan terhadap kekerasan seksual. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman remaja terhadap pelecehan seksual membuat mereka rentan mengalami pelecehan, hal ini mengharuskan remaja memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap dirinya melalui keterampilan dan pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang kekerasan seksual. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan metode deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 426 orang dan penentuan sampel menggunakan rumus slovin berjumlah 81 responden. Teknik pengambilan sampel dengan purposive Sampling serta alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dilanjutkan tabulating lalu menentukan frekuensi untuk memudahkan dalam perhitungan persentasenya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia responden sebagian besar berusia 16-21 tahun sebanyak 46 responden (56,7%), sebagian besar responden berpendidikan dasar yaitu sebanyak 37 responden ( 45,7 %), dan sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 62 responden ( 76,5 %), serta sebagian besar responden berada pada kategori pengetahuan cukup sebanyak 32 responden (39,5%) sehingga diharapkan semakin mendukung kebijakan pemerintah, tenaga kesehatan dan organisasi sosial untuk meningkatkan kegiatan-kegiatan promosi dan pendampingan kepada remaja untuk mencegah kekerasan seksual pada remaja.
Downloads
References
Act For Youth. (2020). Adolescent Identity Development. https://www.actforyouth.net/adolescence/identity.cfm
Ardiansyah, F., Muqorona, M. W., Nurahma, F. Y., & Prasityo, M. D. (2023). Strategi Penanganan Pelecehan Seksual di Kalangan Remaja: Tinjauan Literatur. Jurnal Keperawatan Klinis Dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal), 7(2), 81. https://doi.org/10.22146/jkkk.78215
Barbara, G., Albertini, V., Tagi, V. ., Maggioni, L., Gorio, M. C., Cattaneo, CParazzini, F., Ricci, E., Buggio, L., & Kustermann, A. (2022). Characteristics of Sexual Violence Against Adolescent Girls: A 10 Years’Retrospective Study of 731 Sexually Abused Adolescents. International Journal of Women’s Health. https://doi.org/10.21 47/IJWH.S343935
Bodnar, K., & Tornello, S. (2019). Does Sex Education Help Everyone?: Sex Education Exposure and Timing as Predictors of Sexual Health Among Lesbian, Bisexual, and Heterosexual Young Women. Journal of Educational and Psychological Consultation, 29(1), 8–26.
Brief Notes Lembaga Demografi FEB UI. (2020). Ringkasan Studi Prioritaskan Kesehatan Reproduksi Remaja Untuk Menikmati Bonus Demografi.
Cahyono, E. (2019). Studi Ilmu Keperawatan, P., Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Jombang, S., Korespondensi, A., Veteran Mancar, J., Peterongan, K., Jombang, K., & Timur, J. Artikel Review. Jurnal Keperawatan, 12(1).
Comissioner Asuagbor. (2019). Special Rapporteur on the Rights of WomeninAfrica On Combatting sexual violence and its consequences. 4(2), 9–25.
Dewi, Rosniyatii, I., Nova, N. F., & Leyla Maria Conchita Centis, Paskalinda Maria Yosefa Bandur, M. A. (2024). Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri tentang Kekerasan Seksual di SMPN 1 Ruteng Cancar Kabupaten Manggarai. Mahesa, 4(https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/MAHESA/article/view/13992).
Fauzia, T. F., & Rahmiaji, L. R. (2019). Memahami Pengalaman Body Shaming Pada Remaja Perempuan. Interaksi Online, 7(3), 238–248.
Fonte VRF da, T, S., MTR, F., CP, S., O, A. N. de, & Pinheiro CDP. (2018). Young university students and the knowledge about sexually transmitted infections. Escola Anna Nery, 22(2). doi:10.1590/2177-9465-ean-20170318
Hikmandayani, Herdiani, R. T., Antari, I., Oktari, S., Yuniarni, D., Amenike, D., Idrus, I., Fajriah, L., M. K., & M., Nasiatul Aisyah Salim S.K.M., M. P. H., Eva Herik, S.Psi., M.Psi., P., Sulaiman, S. Ag., S.ST., M. A., & Dwi Yanthi, S.Kep, Ns., M. S. (2023). Psikologi Perkembangan Remaja. In Psikologi Perkembangan Remaja (Pertama). EUREKA MEDIA AKSARA.
Khaliza, C. N., Besral, B., Ariawan, I., & EL-Matury, H. J. (2021). Efek Bullying, Kekerasan Fisik, dan Kekerasan Seksual terhadap Gejala Depresi pada Pelajar SMP dan SMA di Indonesia: Analisis Data Global School-Based Student Health Survey Indonesia 2015. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia, 2(2), 98–106.
KPPPA RI. (2023). Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. https://kekerasan.kemenpppa.go.id/ringkasan
N., N., J, N. N., & Asrina, A. (2019). Gambaran Pengatahuan Tentang Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak Remaja Awal Di Sd Islam Terpadu Nurul Fikri Makassar. Prosiding Seminar Nasional Kedua Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi, 2. https://jurnal.yapri.ac.id/index.php/semnassmipt/article/view/74
Notoatmodjo. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta.
Ochee, C., & Purnomo, W. (2018). Pengaruh Status Hubungan Berpacaran terhadap Perilaku Pacaran Beresiko pada Mahasiswa Perantau Asal Papua di Kota Surabaya. The Indonesian Journal of Public Health, 13(2), 268–280. doi: 10.20473/ijph.vl13il.2018.268-280
Onyinyechi Maduakolam, I., Joy Onome, A., Sunday Ede, S., & Chisom Favour, O. (2023). Knowledge and Experience of Sexual Violence among Female Adolescents in Public Schools in Enugu State during the Covid-19 Pandemic. Journal of Child Sexual Abuse, 32(2), 204–224. https://doi.org/10.1080/10538712.2023.2181902
Pandey, A. R, Neupane, T., Chalise, B., Shrestha, N., Chaudhary, S., Dhungana, R. R., & Bista, B. (2021). Factors associated with physical and sexual violence among school-going adolescents in Nepal: Findings from Global School-based Student Health Survey. PLoS ONE, 16, 1–15.
Person, S. U. (2021). Hubungan pengetahuan dan sikap remaja terhadap pelecehan seksual pada remaja putri kelas XI di SMAN 6 Konawe Selatan. In Skripsi. Politeknik Kesehatan Kendari.
Pradanie, R., Yunitasari, E., Wibawati, A. R., & Abigail, W. (2023). Analysis of factors related to behaviours to prevent sexual assault of teenage girls. Journal of the Pakistan Medical Association, 73(2), 126–129.
Putri, D. (2022). Pengetahuan dan sikap remaja berhubungan dengan pelecehan seksual di smk x kab. bogor tahun 2022. Open Access Jakarta Journal of Health Sciences, 1(11), 427–431. https://doi.org/10.53801/oajjhs.v1i11.169
S, V. N., & P. (2022). Remaja, S., & Pelecehan, T. Jurnal Keperawatan, 14, 431–438.
Solehati, T. (2019). Hubungan Sumber Informasi Dengan Pengetahuan Dan Sikap Siswa Sd Dalam Pencegahan Kekerasan Seksual. Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan : Wawasan Kesehatan, 5(2), 180–187. https://doi.org/10.33485/jiik-wk.v5i2.12
Upreti, R. (2017). Identity Construction: An Important Issue Among Adolescents. IOSR Journal of Humanities and Social Science, 22(06), 54–57. https://doi.org/10.9790/0837-2206105457
Wahyuni, siti. (2017). Hubungan Karakteristik Orangtua Dengan Pengetahuan Tentang Pencegahan Tindak Kekerasan Seksual Pada Anak Usia 3-5 Tahun Di Kb ‘Aisyiyah Rejodani Sariharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta. 1–13. http://digilib.unisayogya.ac.id/2977/
Wulandari, M. D., Widhayanti, A., Fathoni, A., Abduh, M., & Hidayat, M. T. (2019). Identifikasi Pengetahuan Dan Keterampilan Perlindungan Diri Anak Dari Pelecehan Seksual Di Sd Muhammadiyah 1 Surakarta. Profesi Pendidikan Dasar, 6(1), 61–68.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Journal of Holistics and Health Sciences

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


