Hubungan Keterjangkauan Pelayanan Kesehatan Primer dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi di Daerah Tertinggal Puskesmas Pimping, Kalimantan Utara

The Relationship between Accessibility of Primary Health Care Services and Medication Compliance in Hypertension Patients in Underdeveloped Areas of Pimping Community Health Center, North Kalimantan

Authors

  • Diah Hening Rismawati Universitas Ngudi Waluyo
  • Eko Susilo Universitas Ngudi Waluyo

DOI:

https://doi.org/10.35473/jhhs.v7i2.613

Keywords:

Akses Pelayanan Kesehatan, Kepatuhan Minum Obat, Hipertensi

Abstract

Hypertension is a chronic condition that requires long-term management through lifestyle changes and/or continuous use of antihypertensive medications (World Health Organization, 2021). This study aims to analyze the relationship between access to health care services and the level of medication adherence among hypertensive patients in the remote area of Pimping Public Health Center, Bulungan Regency, North Kalimantan. This is a quantitative study with a correlational design using a cross-sectional approach. The study population consisted of all hypertensive patients receiving health services at Pimping Public Health Center, totaling 94 patients. The sample comprised 77 respondents selected through purposive sampling. The research instruments included a health service access questionnaire and the Modified Morisky Adherence Scale (MMAS). Data analysis was conducted using univariate and bivariate analysis with the chi-square test. The majority of respondents (71 people or 92.2%) reported that access to health care services was not easy. All respondents demonstrated low adherence to hypertension medication. There was a statistically significant relationship between access to health care services and the level of medication adherence among hypertensive patients in the remote area of Pimping Public Health Center, Bulungan Regency, North Kalimantan, with a p-value of 0.022 (<0.05).

ABSTRAK

Hipertensi adalah kondisi kronis yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang melalui perubahan gaya hidup dan/atau penggunaan obat antihipertensi secara terus menerus (World Health Organization, 2021) . Keberhasilan program terapi hipertensi terkendala oleh faktor keterjangkauan pelayanan kesehatan primer, terutama di wilayah tertinggal dengan kondisi geografis sulit dan keterbatasan sumber daya kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan keterjangkauan pelayanan kesehatan terhadap tingkat kepatuhan minum obat pasien hipertensi di daerah tertinggal Puskesmas Pimping, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif yang rancangannya menggunakan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi yang melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Pimping, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara sejumlah 94 pasien. Sampel penelitian ditentukan sejumlah 77 responden yang diambil dengan tehnik purposive sampling. Alat ukur penelitian menggunakan kuesioner akses pelayanan kesehatan dan Kuesioner Modifed Morisky Adherence Scale (MMAS). Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square. Sebagian besar responden, yaitu 71 orang (92,2%), menyatakan bahwa akses terhadap pelayanan kesehatan tidak mudah. Seluruh responden memiliki kepatuhan rendah dalam minum obat hipertensi. terdapat hubungan antara akses pelayanan kesehatan terhadap tingkat kepatuhan minum obat pasien hipertensi di daerah tertinggal Puskesmas Pimping, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, dengan nilai p 0,022 <0,05.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A Wawan dan Dewi M, 2016, Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Manusia, Nuha Medika, Yogyakarta.

Alphonce, Angelina, 2017. Factors Afecting Treatment Compliance Among Hypertension Patients in Three District Hospital – Dar Es Salaam, Disertasi: Universitas Muhimbili.

Ambaw et al, 2018. Adherence to Antihypertensive treatment and associated factors among patients on Follow Up at University of Gondar Hospital, Northwest Ethiopia, Vol.12, No, 282, Hal 1-6

Annisa, A Fitria, 2020. Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Berobat Hipertensi pada Lansia di Rumah sakit Pattingallong Kota Makasar, Universitas Hassanuddin.

Arikunto, Suharsimi, 2016, Prosedur Penelitian, Rineka Cipta, Jakarta.

Balitbangkes Kemenkes RI, 2020, Riset Kesehatan Dasar 2020 (Riskesdas 2020),

Boima, V, et al, 2019, Factors Associated with Medication Nonadherence Among Hypertensive in Ghana and Nigeria, http://www.internationaljournalofhypertension

Budiman, Arif dkk (2020), Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Berobat Pasien yang Diterapi dengan Temoxifen Setelah Operasi Kanker Payudara, Vol.2, No.1, hal 20-24.

Bustan, 2017, Epidemiologi Penyakit Tidak Menular, Rineka Cipta, Jakarta

Cho, S, Jinhyun K, 2018. Factors Associated with Nonadherence to Antihypertensive Medication, Vol 16, hal 461-467.

Departemen Kesehatan RI, 2020, Pedoman Teknis Penemuan dan Tatalaksana Penyakit Hipertensi, Jakarta: Direktorat pengendalian penyakit tidak menular.

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, 2020, Profil Kesehatan DKI Jakarta 2020

Ekarini, Diyah 2019, Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kepatuhan Klien Hipertensi dalam Menjalani Pengobatan di Rumah sakit Gondangrejo Karanganyar, diakses tanggal 15 Februari 2022, (http://jurnal.stikeskusumahusada.ac.id)

Evadewi, R, 2020. Kepatuhan Mengonsumsi Obat Paien Hipertensi di Denpasar ditinjau dari Kepribadian Tipe A dan Tipe B, Vol.1, No. 1, hal 32-42.

Friedman, Marilyn. M, 2018, Buku Ajar Keperawatan Keluarga: Riset, Teori dan Praktek Edisi 5, EGC, Jakarta

Gama, H, 2014. Faktor Penyebab Ketidakpatuhan Kontrol Penderita Hipertensi, diakses tanggal 16 Februari 2022 (denpasar.ac.id)

Hairunisa, 2019, Hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat dan Diet dengan Tekanan Darah Terkontrol pada Penderita Hipertensi Lansia di Wilayah Kerja Rumah sakit Perumnas I Kecamatan Pontianak Barat, diakses pada 4 Februari 2022 (http://jurnal.untan.ac.id)

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020. International Society of Hypertension (ISH) menyokong penuh penanggulangan hipertensi, diakses pada 4 Februari 2022 (http://www.depkes.go.id)

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Kenali dan kendalikan hipertensi sebelum hipertensi mengendalikan kita. Kementerian Kesehatan RI. Retrieved from https://www.kemkes.go.id

Kimuyu, Boniface Mulinge, 2019. Factors Associated with Adherence to Antihypertensive Treatment in Kiambu District Hospital, Disertasi: University of Nairobi

Lash, T, 2019. Adherance to tamoxifen over the five-year course. Breast Cancer Research and Treatment, Vol.99, No.215, Hal 20-28

Morisky, D. & Munter, P, 2019, New medication adherence scale versus pharmacy fill rates in senior with hipertention, American Jurnal of Managed Care, Vol.15 No. 1, Hal 59-66

Mubarak, W. 2017, Promosi Kesehatan: Sebuah Pengantar Proses Belajar Mengajar Dalam pendidikan, Graha Ilmu, Yogyakarta

Mubin, MF, dkk, 2020, Karakteristik Dan Pengetahuan Pasien Dengan Motivasi Melakukan Kontrol Tekanan Darah Di Wilayah Kerja Rumah sakit Sragi I PekalonganVol.6, No.1, hal 99-110.

Muchid, A, 2016, Buku Saku Hipertensi: Pharmacheutical Care Untuk Penyakit Hipertensi, Jakarta: Depkes RI Ditjen Bina keperawatan Komunitas dan Klinik.

Noorfatmah S, 2018, Kepatuhan Pasien Yang Menderita Penyakit Kronis.Diakses tanggal 7 Februari 2022 ( content/uploads/2012/06/Noor-Kepatuhan.pdf)

Notoatmodjo, S, 2010, Metodologi Penelitian Kesehatan, Rineka Cipta, Novian, A, 2020, Kepatuhan Diit Pasien Hipertensi, Kesmas, Vol.9, No.1, Juli, Hal 100-105.

Osamor, P E, 2017, Sosial Suport an Management of Hypertension ini South-West Nigeria, Vol.26, No.1, Hal 30-33

Palmer, Anna dan Williams, 2017, Tekanan Darah Tinggi, Erlangga, Jakarta

Pujiyanto, 2018, Faktor Sosio Ekonomi yang Mempengaruhi Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi, Vol.3, No.3, Hal 139-144

Riskesdas Jawa barat, 2008, Riset Kesehatan Dasar 2007 Laporan Provinsi Jawa Barat, Diakses pada 3 Februari 2015, ( baratprov.go.id)

Saepudin dkk, 2020, Jurnal keperawatan Indonesia: Kepatuhan Penggunaan Obat pada Pasien Hipertensi di Rumah sakit, Vol 6, No 4, Hal 246-253.

Suhadi, 2011, Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Lansia dalam Perawatan Hipertensi di Wilayah Rumah sakit Srondol Kota DKI Jakarta, Tesis: Universitas Indonesia

Suwarso, W, 2019, Analisis faktor yang Berhubungan dengan Ketidakpatuhan Pasien Penderita Hipertensi pasa Pasien Rawat Jalan di RSU H. Adam Malik, Universitas Sumatera Utara, Medan

Tisna, Nandang, 2019, Faktor-faktor yang Berhungan dengan Tingkat Kepatuhan Pasien dalam Minum Obat Antihipertensi di Rumah sakit Pamulang Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten Tahun 2019, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Violita, F, 2019, Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat Hipertensi di Wilayah Kerja Rumah sakit Segeri, Universitas Hasanuddin.

Downloads

Published

2025-09-28

How to Cite

Rismawati, D. H., & Susilo, E. (2025). Hubungan Keterjangkauan Pelayanan Kesehatan Primer dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi di Daerah Tertinggal Puskesmas Pimping, Kalimantan Utara: The Relationship between Accessibility of Primary Health Care Services and Medication Compliance in Hypertension Patients in Underdeveloped Areas of Pimping Community Health Center, North Kalimantan. Journal of Holistics and Health Sciences, 7(2), 296–304. https://doi.org/10.35473/jhhs.v7i2.613